Minggu, 14 Desember 2014

Telah Hadir di Jakarta Manisan Carica Asli Dieng Plateu

Kabar gembira bagi penggemar manisan carica yang tinggal di jakarta dan Jabodetabek, sekarang bisa menikmati manisan carica in syrup tanpa harus datang langsung kepusatnya yaitu pegunungan dieng Wonosobo,karena kami siap mengirimkan manisan carica in syrup ke jakarta dan Jabodetabek menggunakan jasa kurir elteha .kami menjual Manisan Carica Insyrup dengan kemasan Botol 350Gram.
* pembelian 1-3 karton Rp. 180.000 
* pembelian >4 karton Rp. 170.000  
*Untuk pembelian secara grosir minimal pembelian 4 karton, 1 Karton terdapat 12 pcs, dan berat 1 karton sekitar 5kg.


Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim.

NB :
1. Untuk pengiriman kami menggunakan jasa pengiriman Elteha, dan saat ini kami hanya bisa mengirimkan manisan carica ke wilayah pulau jawa.
Untuk pemesanan Hub 085868282941

















Sabtu, 13 Desember 2014

Daftar Ongkos Kirim Pahala Express

Berikut ini adalah tabel daftar Harga ongkos kirim menggunakan pahala express


NB : Untuk saat ini kami hanya bisa melayani pengiriman untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali

Manisan Carica Di Jual Di Car free Day

Manisan Carica Bisa Di Dapatkan Waktu Acara Car Free Day Di Jakarta



Untuk memanjakan consumen manisan carica dijakarta dan sekitarnya, sekarang manisan carica bisa anda dapatkan waktu berolahraga lari pagi pada acara Car Free Day di sepanjang Jl. sudirman sampai monas, posisi kami dalam menjual manisan carica berada tepat di depan patung Jendral Sudirman arah Setiabudi,Hal ini untuk mempermudah penggemar manisan carica dalam mendapatkannya, serta untuk memperkenalkan dan memperluas jaringan penjualan kami. selain di berjualan di Car Free Day kami juga melayani pembelian secara Online,COD dan delivery untuk area jakarta pusat,jakarta barat, dan jakarta selatan.

So tunggu apalagi bagi anda yang suka berolahraga dan menyukai manisan carica dari pegunungan dieng wonosobo, mampir ke lapak kami yang berada di depan patung Jendral Sudirman.   













Jumat, 12 Desember 2014

Manfaat Manisan Carica Dan Asal Usul Manisan Carica

APA ITU CARICA?

Kota Wonosobo yang terletak kurang lebih 120 kilometer dari Semarang sebagai ibukota propinsi, memang menyimpan banyak potensi wisata, baik wisata alam maupun wisata boga. Wisata alam yang dapat dikunjungi antara lain Candi Hindu Pendawa Lima yang dibangun pada abad kesembilan, kawah Dieng yang sampai sekarang masih aktif, Telaga Warna dan Telaga Balaikambang. Selain itu kita juga bisa menemui anak-anak berambut gimbal sejak lahir.

Sedangkan wisata boga yang ditemui juga tak kalah menarik. Di sana kita bisa menemui berbagai camilan khas Wonosobo seperti kacang koro, kripik jamur, dendeng, bahkan purwaceng (Pimtinella pruacen), yang dikenal sebagai obat kuat (viagra) lokal. Kemudian yang paling khas di Wonosobo adalah Carica. Carica adalah buah semacam pepaya, yang disajikan dalam campuran sirup, dan dikemas dalam botol serupa botol selai.

Buah carica masuk dalam keluarga pepaya. Bedanya, jika pepaya biasa lebih dikenal sebagai tumbuhan tropis yang memerlukan banyak panas dan matahari, maka carica termasuk keluarga pepaya yang hanya bisa tumbuh di tempat tinggi, memerlukan temperatur yang cukup dingin, dan banyak hujan. Kondisi tersebut sangat cocok dengan iklim Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo. Nama latin buah carica ini adalah Carica Pubescens atau Carica Candamarcensis, atau kadang dikenal sebagai Mountain Papaya, atau di antara penduduk setempat dikenal sebagai gandul Dieng.

APA MANFAAT BUAH CARICA?

1. Mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.

2. Mengandung enzim papain. Enzim ini sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerba protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung.

3. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi jumlah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi belum tentu bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau tidaknya protein itu diserap tubuh.

4. Papain bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain, uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

5. Papain juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik.

6. Papain berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan.

7.Mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna.

8. Memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.

9. Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya.

1 . Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

- Kandungan karoten dan Vit C dan flafonoid dapat berfungsi sebagai zat anti - kanker
- Mngandung kalikum dan magnesium ( mineral yang dibutuhkan tubuh)
- Mengandung enzim papin yang berfungsi memecah serat makanan sisa sehingga mempermudah Buang Air Besar (BAB.

Kamis, 11 Desember 2014

Asal Dari Manisan Carica Khas Dataran Dieng

Meski butuh iklim khusus, tanaman buah Carica ini sebenarnya mudah ditanam dan dipelihara. Umurnya bisa sampai 20 tahun lebih. Buahnya manis dan  bisa diolah menjadi sirup atau manisan yang berdaya jual tinggi.
Pernahkah Anda mendengar atau melihat buah Carica? Bila belum, mungkin komentar Anda akan sama seperti jawaban Nurhayati (39), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di  Bekasi, saat Info PDN mencoba bertanya kepadanya untuk mengecek sejauh mana buah ini dikenal oleh rakyat Indonesia.
“Itu buah apa, Mas? Saya baru dengar,” ujar  ibu tersebut. Ya, mungkin Anda termasuk orang yang belum pernah melihat, atau mendengar sekalipun soal buah ini. Padahal, buah sejenis pepaya ini sudah dibudidayakan secara massal di Wonosobo sejak tahun 1980-an lalu. Bahkan, saat ini produk-produk hasil olahan dari buahnya, seperti sirup dan manisan Carica, sudah mulai ramai menyapa sejumlah supermarket dan minimarket di ibukota dan beberapa kota besar di Indonesia.
Buah yang bernama latin Carica Pubescens atau Carica Candamarcensis ini adalah berasal dari keluarga pepaya. Bentuknya hampir sama, meski agak sedikit tambun dan lebih kecil. Warnanya juga kehijau-hijauan bila masih muda, dan kekuning-kuningan bila sudah matang. Yang beda, buah carica tidak bisa langsung dimakan seperti pepaya, tapi harus diolah dulu dengan proses khusus. Sebab, dagingnya mengandung banyak getah, sehingga agak pahit dan bisa membuat tenggorokan gatal.
Meski demikian, bila sudah diolah,  buah carica ini menawarkan banyak kenikmatan. Untuk bijinya, rasanya sangat manis dan bahkan tak perlu diolah, alias bisa langsung disesap. Namun, kalau mau diolah menjadi syrup akan terasa lebih segar lagi. Adapun dagingnya,  akan lebih lezat, segar dan manis daripada buah pepaya bila sudah menjadi manisan.
Soal pengembangbiakan, tanaman Carica sebenarnya mudah sekali dibudidayakan. Penanaman dan pemeliharaannya tak sulit. Namun, buah yang juga dikenal dengan Mountain Papaya ini memang hanya mau tumbuh di tempat tinggi (sekitar 1.750 s/d 2000 m di atas permukaan laut) yang memiliki temperatur cukup dingin dan banyak hujan.  Ini jelas beda dari buah pepaya yang malah memerlukan banyak panas dan matahari.
Di Indonesia, sampai saat ini, memang baru daerah dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, yang terbukti  potensial dan cocok untuk menanam buah Carica ini.  Sentranya adalah di Desa Sembungan, Kecamatan Dieng. Di desa yang kono merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah ini hampir semua warganya menanam buah Carica. Setiap petani rata-rata memiliki 3000 pohon carica dengan luas lahan sekitar setengah hektar. Dari jumlah pohon itu, sekali panen bisa  menghasilkan 4-5 kuintal buah.
Memang, belum ada penelitian yang berhasil menelusuri asal usul tanaman buah Carica ini masuk ke Indonesia, apalagi ke Dieng. Ada yang bilang, tanaman yang kabarnya berasal dari Mexico ini pertama kali di bawa dan ditanam di pegunungan Dieng oleh seorang ahli pertanian dari Australia. Adalagi yang yakin bahwa tanaman ini sudah ada sejak berpuluh tahun yang lalu.
Terlepas dari itu semua, yang pasti tanaman ini baru mulai  dimanfaatkan di Wonosobo sejak tahun 1980-an. Dan belakangan, Pemkab Wonosobo pun berani mendeklarasikan buah yang akrab disebut Gandul Dieng oleh warga setempat ini sebagai buah khas Wonosobo.
Fakta di atas tidak menutup kemungkinan bahwa buah ini juga bisa dikembangkan di daerah-daerah lain. Apalagi, di Indonesia ini banyak sekali daerah berdataran tinggi. Upaya untuk itu perlu dilakukan. Pasalnya, selain produk-produk olahannya bernilai ekonomi tinggi, tanaman buah ini juga tak sulit ditanam bila sudah mendapatkan tempat dan iklim yang cocok.
Kata orang Dieng, menanam Carica itu seperti menanam singkong. Tinggal ditancapkan ke tanah sudah bisa tumbuh sendiri tanpa perlu memberi pupuk atau menyiramnya dengan air secara teratur dan berkala. Memang, kalau mau hasil yang bagus bisa juga diberi pupuk kompos atau pupuk organic setiap 6-12 bulan sekali.
Para petani di Dieng umumnya menanam buah Carica ini  di pematang kebun mereka, sebagai penambah penghasilan atau untuk sekedar konsumsi sendiri saja. Musim panen buah ini biasanya di bulan juni – Juli,  atau menjelang musim kemarau. Dari setiap pohon carica itu, berdasarkan pengalaman petani Dieng bisa menghasilkan sekitar 10-20 Kg buah.
Banyak khasiat dan laku diekspor
Oleh masyarakat Wonosobo, buah ini juga dijuluki “si buah rudal”. Pasalnya, bentuknya seperti rudal; memiliki lima sudut memanjang dari pangkal ke ujung. Adapun panjang rata-rata satu buah Carica adalah sekitar 7-15 cm dan diameter 3-8 cm.
Selain bentuknya unik, rasanya  segar dan nikmat bila sudah diolah, ternyata buah ini juga mengandung banyak khasiat bagi kesehatan. Di sejumlah negara, buah ini dipercaya bisa menyembuhkan banyak penyakit, seperti arthiris, reumatik, dan memperlancar BAB. Bahkan, di Filipina dan Mexico buah ini sudah diolah menjadi obat untuk penyakit asma dan infeksi pernapasan; di Australia untuk penyakit kanker; di Honduras, Panama, dan Trinidad untuk penyakit konstipasi dan laksatif; di Afrika biasa digunakan untuk penyembuhan penyakit sipilis; sedang di Ghana dan Nigeria, carica bermanfaat untuk penyakit tumor.
Karena besar khasiat dan manfaatnya itulah permintaan terhadap buah carica ini cukup besar, terutama untuk ekspor.  Menurut Disperindag Wonosobo, permintaan buah carica dari  Timur Tengah saja bisa mencapai 2 kontainer setiap minggunya. Peluang ini masih belum bisa dipenuhi oleh Wonosobo dikarenakan keterbatasan lahan. Dengan demikian, perlu adanya tenaga-tenaga kreatif yang berani mencoba mengembangkan dan membudidayakan tanaman buah ini daerah-daerah lain yang setype dengan dataran tinggi Dieng.
Untuk diketahui, harga carica di Wonosobo saat ini berkisar Rp 4.500 hingga Rp 5.000/kg. Dan biasanya, tanaman ini berbuah dan bisa dipanen 2 kali dalam seminggu setelah setahun ditanam. Nah, coba hitung berapa pendapatan yang akan Anda peroleh dengan budidaya ini? Luar biasa bukan?
Segarnya Keuntungan Dari Produk Olahan Carica
Selain berkhasiat, buah carica ternyata memiliki sensasi rasa yang eksotik bila sudah diproses menjadi sirup, manisan,  dodol dan wajik. Nah, di daerah Wonosobo saat ini terdapat sekitar 20  produsen rumahan, yang khusus mengolah buah carica menjadi sirup atau manisan. “Rata-rata para produsen di sini, mampu memproduksi hingga 1000 botol sirup carica tiap harinya,” ujar Andre Soesatyo, pemilik Golden Carica saat diwawancarai via telepon, Rabu (8/8/2012) lalu.
Meski begitu, kata dia, jumlah itu tetap saja masih belum dapat memenuhi permintaan konsumen. Kurangnya supply buah carica dari petani-petani sekitar, menjadi kendala sendiri bagi Andre dan produsen rumahan lainnya. Saat ini, dalam sehari Andre biasa membeli 80 kg hingga 100 kg buah carica masak dari petani.
Dari segi harga, sirup/manisan buah carica ini tidak lah terlalu mahal. Cukup dengan uang Rp 10.000-Rp 15.000, Anda sudah dapat meneguk segarnya sirup carica. Selain itu menurut Andre, pesanan sirup carica pun banyak datang dari daerah lain semisal, Surabaya, Malang, Jogyakarta, dan bali. Biasanya harga 1 botol sirup carica bisa mencapai Rp 25.000 di daerah tersebut. “Rasanya enak dan segar, mungkin itu yang membuat sirup carica ini semakin banyak diincar pembeli,” imbuhnya.
Dalam proses pembuatan hingga menjadi sirup/manisan carica, harus melalui beberapa tahapan. “Prosesnya cukup panjang, dari mulai pengupasan sampai dengan pembuatan sirup buahnya.  Apa lagi buah ini banyak getahnya, jadi harus berkali-kali dibersihkan,” tutur pengusaha mudah yang saat ini masih menimba ilmu di Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Jawa Tengah ini.
Sirup buah carica pun terkenal mampu bertahan lama, tentu saja tergantung dengan kemasannya. Buah carica yang dikemas dalam botol terbukti mampu bertahan hingga 2 tahun. Sedangkan apabila dikemas dalam cup, sirup dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya. Tentu saja, dengan catatan kemasan tersebut tidak rusak.
Ke depannya, Andre mengharapkan bahwa pertumbuhan volume komoditi buah carica ini akan semakin berkembang. Hal ini menurut Andre didasari karena selain memiliki nilai ekonomi, buah carica juga dapat mengurangi erosi atau kerusakan pada lahan di dataran tinggi Dieng. Sebagai bukti, terdapat 30 ribu lebih tanaman carica yang sudah mulai banyak ditanam di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur Wonosobo. Selain itu, di beberapa daerah seperti Malang dan Jogjakarta tanaman carica sudah mulai dikembangkan. Ini adalah sebuah peluang. Manisnya budidaya dan bisnis buah carica telah menyapa kita, maka siapkah kita menyambutnya?

Sumber : http://ditjenpdn.kemendag.go.id

Cara Membuat Manisan Carica Khas Dataran Dieng

Sekedar share saja mas/mbak berow, silahkan disimak...:)
langkah pertama, Anda pergi ke pasar, kemudian beli buah manisan carica, atau disebut juga pepaya/gandul Dieng. Manisan carica Resep Minuman Khas Dieng tentu sudah  pernah Anda minum kan? minuman berbahan dasar sejenis tanaman pepaya dengan rasa yang manis. Masyarakat dataran tinggi dieng memanfaatkan untuk diolah menjadi minuman khas dieng yaitu manisan carica.

Bahan Utama :
2 kg buah carica yang sudah matang kupas
1 kg gula pasir (sesuai selera)
3 lt air

Cara Membuat Manisan Carica :
1. Buah carica yang sudah dikupas belah jadi dua lalu keluarkan bijinya. Letakkan biji carica dalam satu
     loyang beri air kurang lebih 1 lt lalu masak sampai mendidih dan matikan.
2. Sambil menunggu air biji carica agak dingin, potong-potong daging buah carica sesuai selera. Setelah
     itu saring air rebusan biji carica sambil diremas-remas sehingga sari buahnya ikut tersaring,
     tambah air sedikit-sedikit sampai biji terlihat bersih.
3. Masukkan sisa air, gula, dan daging buah carica kemudian masak kembali sampai mendidih lalu matikan.
4. Tunggu sampai dingin dan manisan carica siap diminum.

Sumber : http://najabagus.blogspot.com

Selasa, 09 Desember 2014

Sirup Manisan Carica Oleh-oleh Khas Dieng yang Terus Diburu Wisatawan

Di Indonesia hingga saat ini hanya dataran tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah saja yang menghasilkan buah carica. Buah carica mengandung berbagai jenis zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, di antaranya enzim, vitamin, dan mineral.
14044578831403467044
Pohon carica tumbuh subur di Dataran Tinggi Dieng
1404458618278394235
mirip pepaya
Buah carica mirip sekali dengan pepaya. Warnanya kehijauan dan setelah matang menjadi kekuningan. Bedanya buah carica tidak bisa dimakan langsung, karena daging buahnya banyak mengandung getah penyebab rasa pahit dan gatal pada tenggorokan. Bahkan bisa melukai kulit. Orang Dieng menikmati buah carica dengan cara membelahnya menjadi dua, kemudian diambil biji-bijinya untuk dihisap. Biji yang mempunyai cita rasa manis yang khas bisa dimanfaatkan untuk membuat stup atau sirup dengan cara yang cukup sederhana.
Beruntung sekali bisa menyaksikan secara langsung proses pembuatan sirup ini dari awal sampai pengemasannya. Karena musim liburan, produksi sirup carica rumahan ini selalu kewalahan menerima order. Seperti saat saya berkunjung, banyak carica yang masih dalam keadaan panas sudah antri dipesan sebagai oleh-oleh. Dengan harga kisaran 22-30 ribu per pak yang berisi 6 cup tanggung atau isi 12 cup kecil, carica laris manis berpindah tangan ke pembeli. Minuman buah carica dalam larutan gula pekat antara 55-65 % ini mampu bertahan sampai 2 tahun.
14044593941993165668
Asyiknya icip-icip aneka olahan carica dan kentang di pusat produksi dan penjualan oleh-oleh khas Dieng
Saat ini pelaku industri makin inovatif dengan mendiversisifikasi produk olahan buah carica. Kini produk olahan buah carica di pasaran antara lain berupa sirup, juice, selai/jam, manisan, dan dodol. Daging buah carica juga bisa dibuat pudding, cocktail, bahkan campuran kare.
Penasaran dengan rasanya? Rasanya kenyal, manis, dan segar serta memiliki aroma yang khas dan harum sangat pas dibuat menu buka puasa, apalagi jika dikonsumsi dalam keadaan dingin, heemmmm segar sekali. Sayang, saat ini produk olahan carica masih sulit ditemui selain di Wonosobo. Oleh karena itu tidak heran jika produk-produk olahan buah carica selalu diburu wisatawan sebagai buah tangan.
Sebenarnya masih banyak kuliner khas lain di Wonosobo ini, seperti Mie Ongklok, Purwaceng, Tempe Kemul, aneka olahan jamur dan olahan kentang, namun olahan carica tetap menjadi primadona.
Proses Pembuatan Sirup/Manisan Buah Carica
Meskipun rerata diproduksi secara rumahan, carica sirup yang merupakan manisan buah segar ini diproses secara higienis lewat beberapa tahap sterilisasi dan vacuum processing sehingga produk ini tahan lama walaupun tanpa bahan pengawet.
Cara membuatnya adalah biji dan selaput yang melapisinya ditambah sedikit air, lalu diperas sampai keluar cairan kental yang berbau khas. Pemerasan dilakukan berkali-kali hingga aroma khasnya hilang. Kemudian diberi gula dan air secukupnya dan direbus sampai mendidih, saring, maka jadilah sirup buah carica.
Sementara daging buahnya dipotong-potong, lalu dicuci bersih dan dicampur dengan sirup yang sudah jadi tadi dalam botol, gelas atau cup yang steril tutup/pres rapat-rapat, rebus dalam panci besar kurang lebih 10 menit. Manisan carika siap dipasarkan.

Sumber : http://wisata.kompasiana.com